Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

99 Nama Allah SWT Asmaul Husna



Di dalam kitab suci Al-Qur'an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah Sembilan Puluh Sembilan nama baik Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :

"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SPIRITUAL ENTEREPRENEURSHIP


Berbicara tentang kewirausahaan, sama halnya dengan membahas rezki, dan membahas rezki berarti kita juga harus membahas tentang spiritual. Dunia usaha adalah dunia yang mengalami banyak tantangan, karena berbagai hal baru yang mungkin belum perna dialami sebelumnya. Bahkan solusinya pun belum pernah terpikirkan. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Ketika seorang pengusaha mengalami masalah, mau tidak mau harus mampu menyelesaikan masalah tersebut agar bisa tetap bertahan. Terkadang sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, ternyata ketika diterapkan di lapangan mengalami hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Sehingga harus mengambil langkah dan solusi yang tepat dalam waktu yang singkat. Hal ini yang menjadi tantangan terberat sekaligus menjadi nikmat dari Tuhan.
Kehebatan seorang pengusaha adalah tidak adanya seorang atasan yang bisa dijadikan tempat mengadu dan meminta solusi. Lain halnya dengan seorang karyawan/pegawai yang masih memiliki atasan untuk meminta solusi ketika terajdi masalah. Seorang pengusaha ketika mengalami masalah hanya bisa mengadu kepada Tuhan. Hal ini menunjukan bahwa, seorang pengusaha harus mampu menghadirkan keajaiban-keajaiban dari Tuhan agar mampu memberikan solusi ketika terjadi masalah.
Dan yang menjadi pertanyaanya adalah bagaimana seorang pengusaha mampu menghadirkan keajaiban tersebut. Hanya spiritualitas dari seorang pengusaha yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, sehingga seorang pengusaha mampu bertahan. Salah satu cara untuk menghadirkan keajaiban tersebut adalah dengan “bersedekah”.
Bagi seorang pengusaha “bersedekah” adalah menu wajib jika ingin sukses dalam berbisnis. Bahkan ada pendapat dari Bapak Purdi. E. Chandra (Penasehat Enterepreneurship University) mengatakan “Jangan bersedekah sedikit tapi ikhlas, namun bersedekalah yang banyak meskipun belum ikhlas. Karena ikhlas itu bisa dilatih dan hanya perlu membiasakan diri”.
Oleh karena itu bagi seorang pengusaha harus selalu memberikan sedekah sebelum memulai usaha, bukan mengeluarkannya setelah mendapatkan keuntungan. Karena tidak ada bisnis yang menguntungkan kecuali berbisnis dengan Tuhan.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKU DAN SIPUT


Suatu hari Tuhan memberiku tugas membawa siput jalan-jalan..
Aku tak dapat berjalan cepat bersamanya..sekalipun siput telah berusah keras mengikutiku. Setiap kali dia hanya mampu beralih sedikit demi sedikit..
Lalu aku menariknya, menyeret dan bahkan menendangnya.. siputpun menjadi terluka..
Ia mengucurkan keringat, nafas tersenggal. Susah payah dia terus merangkak..
Aku mendesak, menghardik dan memarahinya.. siput memandangiku dengan pandangan meminta maaf
Seraya berkata: “maaf aku sudah berusaha dengan segenap tenaga..”
Aku tak tahan dan berteriak :
“Tuhan mengapa Engkau meminta aku mengajak seekor siput jalan-jalan..?? Apa maksudMu..??”
Tiba-tiba aku merasa langit sunyi senyap.. siput menghilang dari pandanganku.. inilah jawaban Tuhan ?
Dia menyingkirkan siput dari kehidupanku..
Baiklah tugasku selesai..
Tetapi ternyata siput tadi merangkak di depanku…
Aku terpaksa berjalan kesal dibelakangnya..
Aku pelangkan langkah, menenangkan hati, dan ‘sesuatu’ dating dalam hatiku..
Rupanya inilah yang Tuhan maksudkan..
Siputlah yang menuntun langkahku bukan sebaliknya..
Aku diminta perlahan untuk merenungkan saat kita dipertemukan dengan seseorang.. saat sang penolong menemukan diri kita. Ingat bahwa itu anugrah yng mahal harganya,, karena dia, hidup kita dirubah- Nya..
Saat kita masih memiliki orang-orang yang kita kasihi, berusahalah memperoleh kesempatan mengisi waktu bersama mereka …
Karena ketika mereka telah pergi semuanya menjadi terlambat..
Saat kita dipertemukan dengan teman yang dapat dipercaya, berusahalah untuk rukun bersamanya,,
Karena seumur hidup manusia, teman sejati takmudah ditemukan..
Saat mengingat orang yang kita sayangi tapi tidak membalas kebaikan kita,, bisakah kita berdoa untuk kebaikannya..??? bukankah kita berharap dia bahagia…???
Saat ingat orang yang pernah kita cintai tapi semuanya telah berakhir..
Berilah senyum manis untuk semua kenangan yang telah terjadi.. karena dia telah membuat kita mengerti tentang kisah sejati..
Look, I can still smile without you!
Saat mengingat orang yang kita benci mulailah belajar untuk memaafkannya..
Kehadirannya telah member kesempatan pada kita untuk lebih bijak…
Saat ingat orang yang telah berkhianat kepada kita.. pikirkan dia secara positif. Jika bukan karena dia hari ini kita tak pernah memahami dunia dari dua sisi..
Saat ingat orang yang meninggalkan kita begitu saja berterimakasihlah karena karena dia pernah ada dalam hidup kita karena dia telah membuat kita peduli pada perasaan sesama..
Saat bertemu dengan orang yang salah paham dengan kita.. carilah kesempatan untuk menjelaskan,, siapa tau ini adalah perjumpaan terakhir dengannya…
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang bersedia menemani kita seumur hidup.. peliharalah cinta yang ada karena dia merupakan anugerah yang terindah dalam hidup kita..
Mari kita selidiki hati kita apakah kita sedang merasa repot untuk menyingkirkan “siput-siput” yang tidak nyaman dalam hidup kita ?
Renungkan kembali.. tak pernah segalah sesuatu terjadi pada kita begitu saja,, rencana Tuhan mengaturnya demi kebaikan kita…
Ketika kita berjumpa dengan seseorang mungkin itulah kesempatan untuk saling melengkapi…
Tidak selalu membahagiakan kadang-kadang bahkan tampak menyakitkan..
Saatnya untuk kita berjalan perlahan merenungkan arti keberadaannya dalam kehidupan kita..
Sahabatku ingatlah… setiap perkara yang terjadui dalam kehidupan kita Dia maha mengetahui dan itu adalah rencana-Nya…
Jika suatu saat kita jatuh dan terluka
Kehilangan dan ditinggalkan
Don’t give up
Yakinlah…
Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia mengetahui apa yang terbai untuk kita…
Everything happens for a reason,, there is no coincidence..
Dan adakalanya Dia tidak memenhi keinginan kita, dan Dia memberikan apa yang kita butuhkan…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WAKTU TERUS BERJALAN MAJU


Selagi Dia yang berkuasa masih menghendaki bumi terus berotasi, dan tak satupun terbit matahari dan menunda gulita malam tiba.. maka 24 jam selalu tersedia untuk kita jalani sepanjang hari, 7 hari sepekan, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, hingga hari ini! detik ini!. Maka marila hitung usia masing-masing, jangan mengukur jarak tempuh yang sudah terlampawi.
Apa saja yang sudah berhasil teraih ?
sudah dan belum terlaksana?
Sudah dan belum terkaji?
sudah dan belum tertetapkan?
sudah dan belum terkumpulkan?
Sudah dan belum tertemukan?
Apa saja yang sudah dan belum terjawab?
Dan apa yang ada dalam dirimu, sudakah engkau perhatikan (QS. Adz Zaariyaat:21)
THIS IS LIFE..
Inilah kehidupan yang sesungguhnya.
Kemarin telah menjadi sejarah,, esokpun masih menyimpan misteri…
Hari ini saatnya menatap,, Menatap dan Menata kehidupan..
Bebaskan belenggu yang menghalangi jiwa untuk berfikir merdeka.
Tegaklah berdiri tegakan bahu tetap lurus kedepan buka diri anda.
Seka air mata usap derita nestapa tepis ragu dan malu tumbuhkan harapan baru
THIS IS LIFE
Setiap diri harus mampu tegak berdiri bertopang pada kekuatan potensi, bersandar dan bergantung pada takdir ilahi, dan menjangkari emosi dengan terangnya “mimpi”.
THIE IS LIFE
Karena waktu yang berlalu tidak berulang, karena kesempatan kedua tidak selalu datang, karena masa depan ada dalam genggaman, karena itulah kehidupan harus terancang.
THISIS LIFE
Marilah temukan serpihan berserak dan menyusunnya kembali bersama keeping-keping sehingga segala impian dan harapan menjadi nyata adanya.
WAKE UP!
Bangunkan kembali keberanian, antusiasme, dan kepercayaan diri.
Kehidupan adalah proses saling pandang.
tiada keberhasilan abadi. Yang bertahan hingga puncak hanyalah insane pembelajar sejati.
WAKE UP!
Jadilah diri sendiri berjalan berhenti melihat orang lain selalu lebih hebat
Dewasalah karena menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan
Kendorkan tarikan dan ikatan masa lalu  siagakan diri songsong hari esok.
Belajarlah.. hargai setiap detik yang berlalu, maknai setiap nafas yang terhirup, yakini setiap langkah yang terayun, jiwai setiap pilihan yang jatuh.
Melangkahlah… karena jutaan langkah bermula dari langkah pertama..
Majulah… raih kehidupan yang lebih baik..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KURANGNYA IDOLOGI PANCASILA MENGAKIBATKAN RADIKALISME MASUK PELAJAR


Di tengah aksi terorisme yang masih terus terjadi terungkap fenomena yang mencengngkan, radkalisme mulai masuk di kalangan pelajar.
Fenomena ini terungkap dari penelitian yang digelar oleh Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP). Dalam survei tersebut, siswa SMP dan SMA ditanya bersediakah terlibat aksi kekerasan terkait dengan agama dan moral. Dan hasilnya, 48,9 persen siswa menjawab bersedia.
Saat ditanyakan apakah bisa dibenarkan aksi pengeboman seperti yang dilakukan oleh Imam Samudera, Amrozi dan Noordin M Top, sebanyak 14,2 sisiwa membenarkannya.
Survei juga menunjukkan 84,8 persen siswa setuju diberlakukannya syariat Islam. Sementara sebanyak 25, 8 persen siswa menganggap Pancasila tidak lagi relevan sebagai dasar negara.
Survei tersebut tidak dilakukan pada siswa madrasah, melainkan di 100 sekolah negeri dan swasta, 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri. Survei dilakukan selama Oktober 2010 hingga Januari 2011 di sepuluh wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek). Sebanyak 993 siswa SMP dan siswa SMA menjadi sampel penelitian.
Selain siswa, survei juga dilakukan pada guru pendidikan agama Islam di SMP dan SMA. Hasilnya, sebanyak 28,2 persen dari 590 guru yang menjadi sampel responden setuju aksi radikal. Sebanyak 7,5 persen membenarkan pengeboman, 76,2 persen setuju pemberlakuan Syariat Islam, dan 21,1 persen menyatakan Pancasilan sudah tidak lagi relevan.
Menyikapi survei LaKIP, sejumlah kalangan tidak mempercayainya karena hasilnya terlalu mengejutkan. Menteri Agama Suryadharma Ali, misalnya, mempertanyakan metode survei tersebut. "Bagaimana penelitiannya, bagaimana metodologi penelitiannya?" tanya SDA, panggilan akrab Suryadharma.
Pengamat pendidikan Arif Rahman juga tidak mempercayai survei tersebut karena sangat berbeda dengan pengalamannya sehari-hari sebagai pendidik.
Meski sejumlah kalangan tidak mempercayai hasil survei tersebut, perlu kita ketahui radikalisme sangat dekat dengan terorisme. Radikalisme akan menjadi benih bagi munculnya terorisme. Maka jika kita serius memberantas terorisme, maka radikalisme harus diawasi dengan sungguh-sungguh dan disadari bahaya-bahayanya sedini mungkin.
Terlebih sekarang aksi terorisme terus terjadi dan beberapa pelakunya masih remaja dan beberapa masih sekolah. Kita tentu masih ingat Dani Dwi Permana. Anak baru gede (ABG) ini adalah bomber bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton.
Umur Dani masih 18 tahun ketika ia harus menjadi 'pengantin' pada bom yang menewaskan 9 orang pada 17 Juli 2009 itu. Saat itu Dani baru saja lulus dari sekolahnya, SMA Yadika, Bogor. Ia pun dikenal sebagai anak yang baik, taat beribadah, dan pintar baik di lingkungan tempat tinggal, maupun di sekolahnya.

Lalu pada Januari 2011 polisi menangkap lima siswa SMK yang diduga terlibat terorisme di Klaten, Jawa Tengah. Satu siswa, AW sudah divonis 2 tahun karena terbukti terlibat aksi terorisme.
Bila sekarang ada survei yang menyatakan hampir 50 persen pelajar Jakarta setuju pada aksi radikal atas nama agama tentu sebaiknya ini membuat kita waspada. Survei itu sebaiknya menjadi peringatan agar segera dilakukan pencegahan.
Menjadi peringatan agar pemerintah dan kita semua, lingkungan masyarakat dan sekolah, untuk instrospeksi dan melakukan penangkalan atas radikalisme pada pelajar agar jangan sampai tumbuh menjadi benih terorisme. Cukuplah hanya Dani dan tidak ada lagi anak-anak lain yang menjadi 'pengantin' karena diperdaya teroris.
Melemahnya kekuatan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa terjadi kepada kelompok mahasiswa dan pelajar. Kaum muda yang diharapkan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ternyata abai dengan Pancasila.
Pelajar semakin tidak hapal urutan dan sila-sila dalam Pancasila. Hal ini salah satu tanda penurunan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar masa kini.
"Selain tidak hapal isi sila Pancasila, mereka juga sering kali terbalik-balik urutannya," Pemahaman Pancasila di kalangan pelajar penting mengingat Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan salah satu falsafah yang mengikat persatuan bangsa. "Pancasila juga merupakan salah satu dari empat pilar wawasan kebangsaan, di samping pemahaman akan Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keragaman budaya".
Berkurangnya wawasan kebangsaan berdampak pada menipisnya rasa nasionalisme yang sudah mulai terlihat beberapa waktu terakhir. "Maraknya terorisme, radikalisme, pertikaian dan perkelahian antardesa, antar agama, merupakan salah satu tanda menipisnya rasa nasionalisme".
Semua ini karna melemahnya pemahaman Idiologi Pancasila dalam kalangan pelajar dan generasi muda. Pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan sering merubah kurikulum dalam pembelajaran juga menjadi faktor utama minimnya pemahaman idiologi Pancasila terutama dalam bidang studi Pedidikan Kewarganegaraan, yang dulu kita kenal dengan bidang studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kemudia dirubah dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), namun sekarang telah dirubah lagi dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), yang secara tidak langsung meghapus Pancasila dalam sistim pembelajaran. Jadi jangan heran bila Idiologi Pancasila mulai hilang dari kalangan pelajar.

Siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua ini...???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Adil Tidak Selalu Bijaksana

Oleh : Amin.W.S.Tuhulele

Ada sebuah kisah tentang Raja Solaiman Ia dihadapkan dengan sebuah permasalahan yg dibuat dua orang wanita. Seorang bayi sedang diperebutkan dua orang ibu. Mereka masing-masing mengaku sebagai ibu kandung dari bayi tersebut. Hakim-hakim seluruh negri sudah menyerah dan kehilangan pegangan dalam memberikan keputusan. Maklumlah, saat itu belum ada teknologi yang dimana, sering kita kenal dengan tes DNA...

Raja bersungu t-sungut, tapi tetap saja ia berpikir. Sejenak kemudian, tiba-tiba raja menghunus pedangnya dan berkata, "Kalau begitu, mari kita bikin keputusan yang adil! Aku akan membelah bayi ini menjadi dua bagian yang sama, sehingga kalian masing-masing akan memperoleh separuhnya!!"

Ibu gadungan berteriak kegirangan, "Hidup Raja Solomo yang adil…!!" Sedangkan ibu kandung bayi itu langsung memucat wajahnya, lalu ia buru-buru bersimpuh di kaki sang raja dan memohon dengan pilu. "Ampun Tuanku baginda Raja, hamba ikhlaskan putra hamba diserahkan kepada ibu itu seluruhnya. Janganlah Tuanku memainkan pedang..."

Raja Solomo terharu dan tiba-tiba saja tertawa, dan ia berkata "Aku sudah mendapatkan keputusan." Kedua ibu itu terbengong-bengong dan harap-harap cemas. "Aku tetapkan, kaulah wanita mulia, ibu kandung bayi ini!" Raja Solomo lalu menyerahkan sang bayi kepada ibu yang berlutut di hadapannya. Legalah sang ibu kandung itu...

Kisah inilah yang antara lain membuat Raja Solomo disebut sebagai raja yang bijaksana. Dari kisah itu pula kita bisa mengambil hikmah bahasa yang unik : makna kata adil  sangat berbeda dengan makna kata bijaksana (apabila tidak dapat dikatakan bertolak belakang).

Kita bisa menguji kedua kata itu dengan contoh kasus yang lain. Kita memiliki kain selebar 10 m dan ingin membaginya menjadi dua bagian. Dikatakan adil jika masing-masing pihak mendapatkan kain selebar 5 m. Hanya saja, jika kedua orang itu berbeda fisiknya (katakanlah orang yang satu bertubuh gemuk sehingga kain 5 m tadi kurang untuk membuat sebuah baju untuknya, sedangkan orang yang satunya lagi bertubuh kurus sehingga kain tadi bersisa percuma) apakah tindakan membagi dua sama besar itu ADIL..?

Jelaslah bahwa keputusan yang adil tidak selalu bijaksana. Dalam hal pembagian kain diatas, biarlah kita tidak berbuat adil asalkan bijaksana. Seyogyanya kain tadi dibagi menjadi dua bagian dengan lebar 6 m untuk si gemuk dan 4 m untuk si kurus. Dengan begitu keduanya bisa memperoleh baju tanpa ada yang kekurangan kain dan tanpa ada pula kain yang terbuang percuma.

Begitupun untuk semua pemimpin yang ada dinegeri ini... Bersikaplah bijaksana, tempatkanlah sesuatu hal pada tempatnya, dan berikanlah segala sesuatu menurut kebutuhannya, tidak kekurangan dan tidak pula berlebihan. Sehingga dapat kita interpretasikan KEADILAN yang BIJAKSANA.
 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS