Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

DEMI WAKTU

Oleh : Mohlis Laitupa

Ambillah wktu untuk brfikir, itu adalah sumber kekuatan.
Ambillah wktu untuk brmain, itu adalah rahsia dari masa muda yg abadi.
Ambillah wktu untuk brdoa, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah wktu untuk blajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah wktu untuk mncntai dan dicntai, itu adalah hak istmewa yg dibrikan Tuhan
Ambillah wktu untuk bershabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
Ambillah wktu untuk tertawa, itu adalah musik yang mnggetarkan hati.
Ambillah wktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa bererti.
Ambillah wktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah wktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.
Ambillah waktu untuk bersedekah,, itu adalah sumber keikhlasan...


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MANAJEMEN HIDUP BERAWAL DARI MANAJEMEN SHALAT

    1. Manajemen Shalat
Manfaat shalat apabila kita kembangkan betul-betul, sangat luar  biasa dan canggih dibandingkan dengan yoga. Sayang sekali tidak ada  universitas yang sengaja mengembangkan teknik gerakan shalat ini,  apalagi yang mempelajari manajemen yang terkandung dalam bacaan  shalat. Coba kita pikirkan, kenapa manajemen yang terkandung dalam shalat sangatlah canggih?
Doa Iftitah, yang kita ucapkan lima kali sehari, sebetulnya sama dengan mission statement kalau kita belajar manajemen strategi.  Misi hidup yang manalagi yang lebih canggih dibandingkan dengan  hanya mendapatkan keridhaan Allah, tidak musyrik dan menjalankan perbuatan islami?
Al Fatihah, yang diucapkan minimal 17 kali sehari, merupa kan objective statement. Tujuan hidup yang mana lagi yang lebih  canggih dibandingkan dengan hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan kebaikan seperti yang diperoleh para nabi dan rasul?
Ayat-ayat lainnya setelah Al Fatihah merupakan petunjuk pelaksanaan dan pengendalian setelah selesai shalat untuk diaplikasikan dalam kehidupan .

Sebenarnya, Allah mengajarkan kita bagaimana menggunakan manajemen  yang canggih sehingga menjadi kebiasaan yang efektif dan efesien dan  dapat dilakukan tanpa harus sekolah MBA atau bahkan S3 sekalipun.


2. Rahasia Shalat Tepat Waktu

Mari kita lihat salah satu waktu shalat, yaitu Maghrib.
1.   Maghrib hanya sebentar, terjadi perubahan Macro cosmis/ Sistem elektrik jagat raya, (manusia adalah miniatur dari alam semesta/ jagad raya) medan magnet tubuh kita akan terpengaruh. Ada sistem saraf yang otomatis diaktifkan jika kita khusuk melakukan gerakan shalat dan ini timing yang tepat dan sangat bermanfaat.
2.  Pada saat yang bersamaan dengan arah yang sama bacaan shalat  tersebut memancarnya frekuensi radio yang dapat menggetar-kan sistem  pengabulan doa jika syarat doa terpenuhi.
3.   Shalat subuh, zhuhur, dan ashar pun juga demikian. 

Kenapa Shalat Tahajud Malam Hari?
1.   Cuaca pada malam hari biasanya dingin atau lembab, banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita menjadi beku. Sehingga kalau tidak  segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kedinginan, bahkan kolesterol dan asam urat berubah menjadi pengapuran.
2.   Saluran kelebihan uap air dari paru-paru ke ginjal yang ada di bagian belakang tubuh kita, kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat tubuh kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat. Saraf di belikat akan tersalut pengapuran. Kalau dibiarkan lama, akan menyebabkan paru-paru basah, dan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sel paru-paru membusuk.
3.   Jadi, memang shalat malam itu lebih baik daripada tidur.
Kebanyakan tidur malah jadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang
diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan shalat  malam, kita akan dapat mengendalikan urat tidur kita.
4.   Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat saraf yang  mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita. Tidur dengan bantal yang tebal atau tinggi akan menyebabkan posisi klep jantung kita menjadi miring. Dalam jangka lama akan menyebabkan klep jantung kurang fungsional.

3   3. Gerakan Shalat Khusuk
Coba simak Al Baqarah 45.
1.   Minta tolong kepada Allah dengan Sabar dan Shalat
2.   Shalat itu Berat sekali, kecuali dilakukan dengan Khusuk
Dalam Al Fatihah, kita memohon hanya kepada Allah. Dan yang kita  minta itu adalah jalan kebaikan, cara hidup yang lurus, yang  bermanfaat, yang menghasilkan nikmat seperti yang pernah dicontohkan oleh para rasul dan nabi. Pertolongan itu akan diberikan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan, tapi harus sabar dan shalat (gerakannya dan aplikasi makna bacaannya).

Shalat yang betul yang berbuah pertolongan tersebut berat sekali  dilakukan. Walaupun begitu, lama-lama akan tidak terasa berat bagi orang yang serius dan mengerti manfaatnya.

Kalau kita menganggap bahwa shalat adalah manajemen hidup kita maka minimal dia terdiri dari tiga unsur yang utuh/ sistemik. Ketiga unsur tersebut adalah Gerakan, Inti Bacaan, dan Aplikasi Shalat dalam kehidupan.

Bagian ke dua ayat di atas menyatakan bahwa shalat itu berat sekali. Apa maksudnya? Maksudnya adalah gerakan shalat yang akan membetulkan posisi atau mengaktifkan sistem saraf di tubuh kita sangat berat  dilakukan. Walaupun berat sekali, tetapi dapat dilakukan oleh orang  yang mengerti manfaat, serius, dan sabar hingga menghasilkan manfaat berupa perbaikan sistem saraf di tubuhnya.

Coba pikirkan, jika cara gerakan shalat kita asal-asalan apakah ada urat saraf yang dibetulkan? Apakah betul pintu oksigen ke otak akan terbuka? Apakah ada tuas sistem keringat akan tertarik? Apakah maksimal manfaat gerakan shalat itu untuk perbaikan sistem saraf di tubuh kita. Kalau begini yang kita lakukan jelas bertentangan dengan ayat Allah, Al Baqarah 45, dan celakanya kita akan tergolong orang yang lalai dalam shalatnya. Pantas, pertolongan tidak datang kepada kita, dan membikin kita jadi tidak sabar lalu cari jalan pintas, jadilah kita kufur, musyrik, munafik, melintir ayat dan kita jadi makhluk yang buruk yang menurun kepada generasi berikutnya dan tidak terasa kalau kita telah berdosa besar kepada generasi berikutnya.


Dahulu, waktu pertama kali shalat diperkenalkan oleh Rasul, betul bahwa dengan asal gerak saja akan dapat langsung menggetarkan sistem saraf di tubuh kita. Tapi waktu itu saraf manusia belum tercemar oleh kolesterol, asam urat, gula darah, dan pengapuran. Udara belum tercemar oleh karbon monoksida atau efek rumah kaca belum terjadi, bahkan diyakini mereka tidak merokok, badan mereka sering berkeringat, belum ada kerja kantoran yang duduk di belakang meja. Coba sekali lagi kita pikirkan, kondisi sekarang, terutama di negara kita sebaliknya, makan jeroan, gorengan, nasi kebanyakan, purin kebanyakan, lalapan mentah plus terasi, gemar merokok, asap knalpot di mana-mana, air tercemar polusi limbah pabrik kimia, makan obat kimia atau anti biotik, senang korupsi, percaya dukun, dan ¡jajan di lokalisasi. Kita ini negara yang terbesar di dunia yang mengaku beragama Islam. Tetapi, kenapa kerusakan terjadi di mana-mana? Coba jawab sendiri!

Bagaimana kita dapat hijrah dan jihad terhadap lingkungan yang seperti ini? Mari kita sama-sama mempelajari, melaksanakan dengan utuh shalat yang menghasilkan manfaat, dan jadikan shalat ini manajemen hidup kita. rubah diri kita sendiri, lakukan perbuatan yang baik-baik saja, orang lain akan mengikuti kita untuk berbuat baik.


Ayat di atas jangan diplintir menjadi : Sesungguhnya Shalat Khusuk itu serat sekali atau Khusuk dalam shalat itu berat sekali!

Plintiran seperti ini akan menyesatkan sekali, karena kita dapat nenganggap bahwa karena khusuk itu berat sekali dilakukan dan nyaris tidak mungkin, jadilah dia asal shalat, malas shalat, bahkan tidak shalat.

Pengertian khusuk di sini jangan diplintir menjadi: Khusuk adalah shalat yang tidak melakukan gerakan di luar tata tertib standard. Marilah kita gunakan pikiran kita dan dapatkanlah manfaat dari setiap gerakan shalat yang membetulkan sistem saraf di tubuh kita.

Kita meski malu kepada diri kita sendiri kalau kita asal shalat atau tidak shalat. Sadarlah bahwa shalat itu adalah manajemen hidup yang terbaik yang diajarkan oleh Allah yang Maha Tahu dan memiliki seluruh alam semesta beserta isinya termasuk diri kita sendiri. Sebenarnya, shalat adalah obat segala penyakit dan pertanggunganjawab hidup atau kualitas hidup. Kesehatan jiwa dan raga, sebenarnya, tergantung kualitas shalat kita. Sesungguhnya shalatku, amal ibadah dan perbuatan sepanjang hidupku sampai aku mati adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah saja! Dan aku tidak akan berbuat musyrik. Coba teguhkan ikrar atau sumpah kehidupan kita yang setiap hari minimal lima kali diucapkan pada permulaan shalat. Ini adalah mission statement yang terbaik menurut aturan Allah, sebelum kita menyatakan tujuan hidup (objective statement) dalam Al Fatihah, yaitu hidup di jalan yang lurus.

     4. Hubungan Makanan, Pakaian, dan Pijat
Sebenarnya, kalau kita shalatnya di daerah berhawa panas seperti  Arab dan rutin dilakukan semenjak kecil, tidak makan jeroan, sering berkeringat, tepat waktu, tepat bacaan, tepat gerakan, banyak minum air mineral dengan pakaian longgar dijamin tidak perlu dipijat. Hal ini dimaklumi karena tubuh selalu lentur, kolesterol/asam urat selalu terbakar, cairan tubuh selalu dibilas. Pantas orang Arab yang di Arab kuat tubuhnya. Tapi setelah di Indonesia , makan banyak nasi dan jeroan, kurang berkeringat, pakaian sempit, jadi loyo juga.

Nah, bagaimana dengan kita yang di Indonesia yang kebanyakan makan nasi, jeroan, lalapan + terasi, jarang shalat dari kecil, udara sejuk, jarang keringat, banyak merokok, makan antibiotik, makan paracetamol, bahkan alkohol, sering ke dukun, berbuat musyrik, kufur, munafik, mengembangkan riba, melokalisasi prostitusi, melintir ayat, berbuat khianat? Tentu dan dapat dipastikan banyak lemak jenuh dan asam urat, pengapuran di tubuhnya, banyak saraf yang terjepit bahkan mati rasa sehingga mengakibatkan banyak penyakit dan sakit-sakitan.

Coba kita lihat, 90% negara ini mengaku beragama Islam, tetapi kenapa urutan keempat terkorup di dunia? Coba lihat, 90 % mungkin pemimpinnya yang Islam sudah naik haji, kenapa pimpinan DPR pun disangka korupsi? Padahal, makna haji adalah kesempurnaan keimanan, jangan hanya merasa bahwa pergi haji itu karena diundang oleh Allah, padahal pulang haji malah menumpuk kekayaan. Malu kita kepada golongan yang kafir. Kalau demikian, betul dong bahwa Islam dirusak oleh orang yang beragama Islam sendiri. Malu-maluin aja!!!


5. Kebiasaan Tidak Islami Merusak Saraf
Karena parahnya kerusakan di tubuh kita akibat kebiasaan yang tidak islami (tidak sehat dan selamat dunia-akhirat) , maka untuk membongkar sumbatan, memperbaiki kelenturan tubuh, memperbaiki urat saraf dan aliran darah, tidak dapat dilakukan hanya dengan shalat apalagi kalau hanya asal shalat. Di sinilah kita harus mengembangkan teknik yang sederhana tapi mendasar dalam pengobatan ini. Jadi, sekarang setelah sadar dengan adanya tanda-tanda kerusakan dan itu jelas akibat perbuatan kita yang melanggar aturan terbaik atau melaksanakan aturan dengan tidak utuh, mari kita sam-sama bertobat dan berobat dengan mengembangkan dan mengimplementasikan teknik gerakan shalat dan berwudhu, tanpa menggunakan lagi obat kimia yang ditelan bulat-bulat, supaya hidup kita menjadi hemat, selamat di dunia dan di akhirat.

Sayang sekali, negara yang potensi alamnya sangat kaya ini, malah rakyatnya makin melarat, akibat ulah pemimpin keparat yang bersekongkol dengan konglomerat. Negara tetangga kita pun sampai hati mengusir dan memulangkan sekitar 450.000 tenaga kerja dari negara kita. Mau ditaruh di mana muka ini? Alangkah menyedihkan, coba lihat Ibu Kota Jakarta yang kita banggakan, hampir saja nyaris tenggelam.

Kesimpulan
1.   Shalat: "Ilmu kesehatan yang fundamental (mendasar)"
2.   Rukuk dan Sujud: "Kebutuhan fundamental setiap manusia"
3.   Aplikasi Shalat dalam Prilaku: "Pondasi/sistem kehidupan yang
terbaik"
4.   Tobat, Shalat & Pijat : "Pengobatan yang fundamental"
5.   Persepsi yang keliru:
a.    Obat = " Sesuatu yang dimakan/ditelan"
b.    Kalau sakit berobatlah ke dokter
c.    Paracetamol, anti biotik, pembunuh rasa sakit = Obat
6.   Menuju kemenangan tidak sama dengan memperoleh kemenangan.
7.   Dosa = Penyebab tidak langsung penyakit
8.   Rasa Linu, Sakit Dipijit, Mati Rasa = Tanda-tanda ada penyakit
9.   Puasa = Berwudhu jiwa dan raga
10. Keadilan Allah terkait prilaku kita
11.Akhirat = Setiap Saat, Akhirat yang Paling Akhir= Matinya seseorang = Kiamat kecil, Hancurnya Alam Semesta = Kiamat Besar
12.Kemenangan Besar = Sehat Jiwa & Raga, Rejeki Halal=Surga di dunia diperoleh jika sabar, waspada, takwa, shalat & zakat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENGOLAH LIMBAH TUMBUHAN


Ada kegiatan yang sangat bermanfaat,, sambil mengisi waktu luang kami anak-anak Insan Muda Mandiri mencoba melakukan hal yang baru.. 

Yah walau kami selalu bergelut dengan hal-hal yang menyangkut elektronik, bongkar-pasang, rakit dan main program yah yang intinya apa yang mengenai komputer lah,,  maka sekarang kami coba hal baru, merakit limbah tumbuhan menjadi benda yang menarik untuk memuaskan mata..

Kegiatan ini berawal dari bokap yang coba main-main tangan, terus karna menarik maka kita semua mencoba untuk berkreasi.
Hanya berbekal ide kreatif dari tiap-tiap orang maka mendapatkan hasil yang memuaskan. Inilah hasilnya.


Gimana anda tertarik untuk mencobanya...????
kalo anda tertarik, nih kami ngasih resep bahan-bahannya aja yah...

Nih Bahannya:
1.  Bunga pohon sagu dan buahnya
2.  Batu karang atau juga bias Batok Kelapa
3.  Rotan
4.  Kulit Jagung
4.  Lem
5.  Gunting, dan
6.  Pisau karter

Ok,, opss, tapi bukan sampai d situ aja kreasi kami,, nih ada juga yang tak kala menarik.

Kalo yang di atas ini yah sedikit rada rumit sih butuh keuletan tangan dan imajinasi yang tinggi, ceileh hehehehe.... 
Kalau ingin mencoba, berikut ini bahan-bahan yang diperlukan bila anda ingin berkreasi..

Nih Bahannya:
1.  Papan Kayu Mangga Berabu (Mangga Hutan)
2.  Lem
3.  Gergaji Hurup, dan
4.  Pisau Karter
 


Gimana menurut kawan-kawan,, bisa menjadi hisan di rumah anda kan..???
bisa ko klo dicoba...

Ingat loh Bro,, semua awal kegiatan perlu mencoba terlebih dahulu,, selanjutnya akan menjadi kebiasan dan dari kebiasan akan memperoleh hasil yang kita inginkan... 

Ini kreasi kami... mana kreasimu....?????

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Puisi Untuk Adik

Oleh: M. Yan. A. Tuhulele (AbangQ tersayang)


Adik…
Mungkin tak pantas kupanggil kau adik
Di usia beliamu
Kau telah menjadi lebih dewasa dibandingkan aku

Kau, dengan cobaan yang menghampirimu
Tegar dengan gelak tawamu
Pandang masa depan tanpa takut menyerang
Tanpa sedih di malam mengerang

Ya, katakan saja kau berani
Bagimu nikmat melawan duri
Katakan saja kecerahan sedang menanti
Masa depan terlonjak gembira menunggu kau hampiri

Dik adik
Allah percayakan padamu dewasa yang lebih dini
Allah sandangkan perisai
Allah temani kau hingga usai

Kakak…
Kakak di sini
Coba terbangkan hati
Tuk sekedar cicipi sensasi kalbumu yang suci
Kalbu yang tak pernah sepi
Pinta, harap, dan berjuang
Menerjang semua efek gelombang

kalbu yang tak pernah sepi

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

MENCINTAI ALAM DAN MELESTARIKANNYA

Tanah air Indonesia yang memberikan hidup dan penghidupan kepada warga negara sejak lahir hingga akhir hayat yang penghabisan oleh karenanya wajarlah bila setiap warga negara mempunyai kewajiban untuk melestarikan lingkungan hidup demi nama baik dan mengharumkan tanah air Indonesia. Seorang warga negara dituntut untuk berperan dalam pembangunan di semua aspek kehidupan yang mencakup; politik, ekonomi, sosial budayah, pertahanan dan keamanan.

Pelestarian lingkungan hidup sangat penting, sebab tanpa adanya kemauan untuk menjaga lingkungan hidup, maka akan menimbulkan kerusakan pada ekosistim, yang pada akhirnya akan mengancam kehidupan manusia.

Mencintai lingkungan hidup berarti setiap warga negara harus peka terhadap hal-hal yang dapat merusak ekosistim, seperti; menebang hutan secara tidak proposional yang membuat hutan gundul. Hutan yang gundul akan mengakibatkan tanah menjadi longsor. Disisi lain hutan yang gundul mengakibatkan sinar matahari dapat langsung menembus tanah, yang mengakibatkan permukaan air tanah menurun, dan tanah menjadi retak. Pencemaran udara, karena asap pabrik, asap mobil dan juga asap rokok yang dapat menimbulkan gangguan pada pernapasan bagian atas dan paru-paru.

Sebagai warga yang mencintai tanah airnya, maka ia tidak akan merusak, mengotori, mencemari atau merusak ekosistim, sebagai contohnya yaitu seorang warga yang mencintai tanah airnya ia tidak akan menebang, menggunduli atau membakar hutan, mencari/menangkap ikan dengan bahan peledak, membuang limbah ke sungai/laut, membuat udara tercemar yang disebabkan oleh gas buangan dari pabrik yang menimbulkan polusi udara, membuat suara bising dari mesin industri terhadap lingkungan pemukiman, membendung sungai atau menggalih tanah dan batu-batuan pada daerah aliran sungai dan lain sebagainnya.

Dan juga kembali kepada masyarakat untuk peduli kepada lingkungan, kita harus bersama mengatasi masalah ini, hijaukanlah bumi ini demi kelangsungan penerusmu kedepan, jangan buat alam ini bosan kepada kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RINDU

Suatu hari nanti saat waktu mempertemukan kita…
Kan ku katakana pada setiap jengkal kulitmu,,
Bahwa aku teramat merindukanmu…
Kan ku bisikan berulang-ulang hingga kau merasa bosan..

Kan kunyanyikan syairku hingga kau tertidur..
Dan kutuliskan di hatimu betapa aku menyayangimu…
Hari ini,, kurasakan pagi bernyanyi untukku..
Masih teringat jelas di telingaku lembut suaramu semerdu lagu
Bidadari saat kau menyapa mimpiku malam tadi..
Dan masih Nampak jelas dimataku senyum manismu
Yang membuatku merasakan indahnya kebahagiaan..

Masih teringat jelas,, jemariku membelai rambutmu yang terurai..
Semua takan hilang dari ingatanku..
Namun canda tawa bersamamu kini hanya penantian…
Tutur sapa denganmu kini hanya impian semata…

Jauh tatapan untuk bertemu..
Jauh kata untuk menyapa..
Walau ini semua terasa jauh..
Namun hati ini selalu menanti kehadiranmu…
Aku kangen kamu sayang…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

99 Nama Allah SWT Asmaul Husna



Di dalam kitab suci Al-Qur'an Allah SWT disebut juga dengan nama-nama sebutan yang berjumlah 99 nama yang masing-masing memiliki arti definisi / pengertian yang bersifat baik, agung dan bagus. Secara ringkas dan sederhana Asmaul Husna adalah Sembilan Puluh Sembilan nama baik Allah SWT.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Araf ayat 180 :

"Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan".

Berikut ini adalah 99 nama Allah SWT beserta artinya :
1. Ar-Rahman (Ar Rahman) Artinya Yang Maha Pemurah
2. Ar-Rahim (Ar Rahim) Artinya Yang Maha Mengasihi
3. Al-Malik (Al Malik) Artinya Yang Maha Menguasai / Maharaja Teragung
4. Al-Quddus (Al Quddus) Artinya Yang Maha Suci
5. Al-Salam (Al Salam) Artinya Yang Maha Selamat Sejahtera
6. Al-Mu'min (Al Mukmin) Artinya Yang Maha Melimpahkan Keamanan
7. Al-Muhaimin (Al Muhaimin) Artinya Yang Maha Pengawal serta Pengawas
8. Al-Aziz (Al Aziz) Artinya Yang Maha Berkuasa
9. Al-Jabbar (Al Jabbar) Artinya Yang Maha Kuat Yang Menundukkan Segalanya
10. Al-Mutakabbir (Al Mutakabbir) Artinya Yang Melengkapi Segala kebesaranNya
11. Al-Khaliq (Al Khaliq) Artinya Yang Maha Pencipta
12. Al-Bari (Al Bari) Artinya Yang Maha Menjadikan
13. Al-Musawwir (Al Musawwir) Artinya Yang Maha Pembentuk
14. Al-Ghaffar (Al Ghaffar) Artinya Yang Maha Pengampun
15. Al-Qahhar (Al Qahhar) Artinya Yang Maha Perkasa
16. Al-Wahhab (Al Wahhab) Artinya Yang Maha Penganugerah
17. Al-Razzaq (Al Razzaq) Artinya Yang Maha Pemberi Rezeki
18. Al-Fattah (Al Fattah) Artinya Yang Maha Pembuka
19. Al-'Alim (Al Alim) Artinya Yang Maha Mengetahui
20. Al-Qabidh (Al Qabidh) Artinya Yang Maha Pengekang
21. Al-Basit (Al Basit) Artinya Yang Maha Melimpah Nikmat
22. Al-Khafidh (Al Khafidh) Artinya Yang Maha Perendah / Pengurang
23. Ar-Rafi' (Ar Rafik) Artinya Yang Maha Peninggi
24. Al-Mu'izz (Al Mu'izz) Artinya Yang Maha Menghormati / Memuliakan
25. Al-Muzill (Al Muzill) Artinya Yang Maha Menghina
26. As-Sami' (As Sami) Artinya Yang Maha Mendengar
27. Al-Basir (Al Basir) Artinya Yang Maha Melihat
28. Al-Hakam (Al Hakam) Artinya Yang Maha Mengadili
29. Al-'Adl (Al Adil) Artinya Yang Maha Adil
30. Al-Latif (Al Latif) Artinya Yang Maha Lembut serta Halus
31. Al-Khabir (Al Khabir) Artinya Yang Maha Mengetahui
32. Al-Halim (Al Halim) Artinya Yang Maha Penyabar
33. Al-'Azim (Al Azim) Artinya Yang Maha Agung
34. Al-Ghafur (Al Ghafur) Artinya Yang Maha Pengampun
35. Asy-Syakur (Asy Syakur) Artinya Yang Maha Bersyukur
36. Al-'Aliy (Al Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
37. Al-Kabir (Al Kabir) Artinya Yang Maha Besar
38. Al-Hafiz (Al Hafiz) Artinya Yang Maha Memelihara
39. Al-Muqit (Al Muqit) Artinya Yang Maha Menjaga
40. Al-Hasib (Al Hasib) Artinya Yang Maha Penghitung
41. Al-Jalil (Al Jalil) Artinya Yang Maha Besar serta Mulia
42. Al-Karim (Al Karim) Artinya Yang Maha Pemurah
43. Ar-Raqib (Ar Raqib) Artinya Yang Maha Waspada
44. Al-Mujib (Al Mujib) Artinya Yang Maha Pengkabul
45. Al-Wasi' (Al Wasik) Artinya Yang Maha Luas
46. Al-Hakim (Al Hakim) Artinya Yang Maha Bijaksana
47. Al-Wadud (Al Wadud) Artinya Yang Maha Penyayang
48. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
49. Al-Ba'ith (Al Baith) Artinya Yang Maha Membangkitkan Semula
50. Asy-Syahid (Asy Syahid) Artinya Yang Maha Menyaksikan
51. Al-Haqq (Al Haqq) Artinya Yang Maha Benar
52. Al-Wakil (Al Wakil) Artinya Yang Maha Pentadbir
53. Al-Qawiy (Al Qawiy) Artinya Yang Maha Kuat
54. Al-Matin (Al Matin) Artinya Yang Maha Teguh
55. Al-Waliy (Al Waliy) Artinya Yang Maha Melindungi
56. Al-Hamid (Al Hamid) Artinya Yang Maha Terpuji
57. Al-Muhsi (Al Muhsi) Artinya Yang Maha Penghitung
58. Al-Mubdi (Al Mubdi) Artinya Yang Maha Pencipta dari Asal
59. Al-Mu'id (Al Muid) Artinya Yang Maha Mengembali dan Memulihkan
60. Al-Muhyi (Al Muhyi) Artinya Yang Maha Menghidupkan
61. Al-Mumit (Al Mumit) Artinya Yang Mematikan
62. Al-Hayy (Al Hayy) Artinya Yang Senantiasa Hidup
63. Al-Qayyum (Al Qayyum) Artinya Yang Hidup serta Berdiri Sendiri
64. Al-Wajid (Al Wajid) Artinya Yang Maha Penemu
65. Al-Majid (Al Majid) Artinya Yang Maha Mulia
66. Al-Wahid (Al Wahid) Artinya Yang Maha Esa
67. Al-Ahad (Al Ahad) Artinya Yang Tunggal
68. As-Samad (As Samad) Artinya Yang Menjadi Tumpuan
69. Al-Qadir (Al Qadir) Artinya Yang Maha Berupaya
70. Al-Muqtadir (Al Muqtadir) Artinya Yang Maha Berkuasa
71. Al-Muqaddim (Al Muqaddim) Artinya Yang Maha Menyegera
72. Al-Mu'akhkhir (Al Muakhir) Artinya Yang Maha Penangguh
73. Al-Awwal (Al Awwal) Artinya Yang Pertama
74. Al-Akhir (Al Akhir) Artinya Yang Akhir
75. Az-Zahir (Az Zahir) Artinya Yang Zahir
76. Al-Batin (Al Batin) Artinya Yang Batin
77. Al-Wali (Al Wali) Artinya Yang Wali / Yang Memerintah
78. Al-Muta'ali (Al Muta Ali) Artinya Yang Maha Tinggi serta Mulia
79. Al-Barr (Al Barr) Artinya Yang banyak membuat kebajikan
80. At-Tawwab (At Tawwab) Artinya Yang Menerima Taubat
81. Al-Muntaqim (Al Muntaqim) Artinya Yang Menghukum Yang Bersalah
82. Al-'Afuw (Al Afuw) Artinya Yang Maha Pengampun
83. Ar-Ra'uf (Ar Rauf) Artinya Yang Maha Pengasih serta Penyayang
84. Malik-ul-Mulk (Malikul Mulk) Artinya Pemilik Kedaulatan Yang Kekal
85. Dzul-Jalal-Wal-Ikram (Dzul Jalal Wal Ikram) Artinya Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan
86. Al-Muqsit (Al Muqsit) Artinya Yang Maha Saksama
87. Al-Jami' (Al Jami) Artinya Yang Maha Pengumpul
88. Al-Ghaniy (Al Ghaniy) Artinya Yang Maha Kaya Dan Lengkap
89. Al-Mughni (Al Mughni) Artinya Yang Maha Mengkayakan dan Memakmurkan
90. Al-Mani' (Al Mani) Artinya Yang Maha Pencegah
91. Al-Darr (Al Darr) Artinya Yang Mendatangkan Mudharat
92. Al-Nafi' (Al Nafi) Artinya Yang Memberi Manfaat
93. Al-Nur (Al Nur) Artinya Cahaya
94. Al-Hadi (Al Hadi) Artinya Yang Memimpin dan Memberi Pertunjuk
95. Al-Badi' (Al Badi) Artinya Yang Maha Pencipta Yang Tiada BandinganNya
96. Al-Baqi (Al Baqi) Artinya Yang Maha Kekal
97. Al-Warith (Al Warith) Artinya Yang Maha Mewarisi
98. Ar-Rasyid (Ar Rasyid) Artinya Yang Memimpin Kepada Kebenaran
99. As-Sabur (As Sabur) Artinya Yang Maha Penyabar / Sabar

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS