Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

SPIRITUAL ENTEREPRENEURSHIP


Berbicara tentang kewirausahaan, sama halnya dengan membahas rezki, dan membahas rezki berarti kita juga harus membahas tentang spiritual. Dunia usaha adalah dunia yang mengalami banyak tantangan, karena berbagai hal baru yang mungkin belum perna dialami sebelumnya. Bahkan solusinya pun belum pernah terpikirkan. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Ketika seorang pengusaha mengalami masalah, mau tidak mau harus mampu menyelesaikan masalah tersebut agar bisa tetap bertahan. Terkadang sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang, ternyata ketika diterapkan di lapangan mengalami hal-hal yang tidak terduga sebelumnya. Sehingga harus mengambil langkah dan solusi yang tepat dalam waktu yang singkat. Hal ini yang menjadi tantangan terberat sekaligus menjadi nikmat dari Tuhan.
Kehebatan seorang pengusaha adalah tidak adanya seorang atasan yang bisa dijadikan tempat mengadu dan meminta solusi. Lain halnya dengan seorang karyawan/pegawai yang masih memiliki atasan untuk meminta solusi ketika terajdi masalah. Seorang pengusaha ketika mengalami masalah hanya bisa mengadu kepada Tuhan. Hal ini menunjukan bahwa, seorang pengusaha harus mampu menghadirkan keajaiban-keajaiban dari Tuhan agar mampu memberikan solusi ketika terjadi masalah.
Dan yang menjadi pertanyaanya adalah bagaimana seorang pengusaha mampu menghadirkan keajaiban tersebut. Hanya spiritualitas dari seorang pengusaha yang bisa menjawab pertanyaan tersebut, sehingga seorang pengusaha mampu bertahan. Salah satu cara untuk menghadirkan keajaiban tersebut adalah dengan “bersedekah”.
Bagi seorang pengusaha “bersedekah” adalah menu wajib jika ingin sukses dalam berbisnis. Bahkan ada pendapat dari Bapak Purdi. E. Chandra (Penasehat Enterepreneurship University) mengatakan “Jangan bersedekah sedikit tapi ikhlas, namun bersedekalah yang banyak meskipun belum ikhlas. Karena ikhlas itu bisa dilatih dan hanya perlu membiasakan diri”.
Oleh karena itu bagi seorang pengusaha harus selalu memberikan sedekah sebelum memulai usaha, bukan mengeluarkannya setelah mendapatkan keuntungan. Karena tidak ada bisnis yang menguntungkan kecuali berbisnis dengan Tuhan.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

AKU DAN SIPUT


Suatu hari Tuhan memberiku tugas membawa siput jalan-jalan..
Aku tak dapat berjalan cepat bersamanya..sekalipun siput telah berusah keras mengikutiku. Setiap kali dia hanya mampu beralih sedikit demi sedikit..
Lalu aku menariknya, menyeret dan bahkan menendangnya.. siputpun menjadi terluka..
Ia mengucurkan keringat, nafas tersenggal. Susah payah dia terus merangkak..
Aku mendesak, menghardik dan memarahinya.. siput memandangiku dengan pandangan meminta maaf
Seraya berkata: “maaf aku sudah berusaha dengan segenap tenaga..”
Aku tak tahan dan berteriak :
“Tuhan mengapa Engkau meminta aku mengajak seekor siput jalan-jalan..?? Apa maksudMu..??”
Tiba-tiba aku merasa langit sunyi senyap.. siput menghilang dari pandanganku.. inilah jawaban Tuhan ?
Dia menyingkirkan siput dari kehidupanku..
Baiklah tugasku selesai..
Tetapi ternyata siput tadi merangkak di depanku…
Aku terpaksa berjalan kesal dibelakangnya..
Aku pelangkan langkah, menenangkan hati, dan ‘sesuatu’ dating dalam hatiku..
Rupanya inilah yang Tuhan maksudkan..
Siputlah yang menuntun langkahku bukan sebaliknya..
Aku diminta perlahan untuk merenungkan saat kita dipertemukan dengan seseorang.. saat sang penolong menemukan diri kita. Ingat bahwa itu anugrah yng mahal harganya,, karena dia, hidup kita dirubah- Nya..
Saat kita masih memiliki orang-orang yang kita kasihi, berusahalah memperoleh kesempatan mengisi waktu bersama mereka …
Karena ketika mereka telah pergi semuanya menjadi terlambat..
Saat kita dipertemukan dengan teman yang dapat dipercaya, berusahalah untuk rukun bersamanya,,
Karena seumur hidup manusia, teman sejati takmudah ditemukan..
Saat mengingat orang yang kita sayangi tapi tidak membalas kebaikan kita,, bisakah kita berdoa untuk kebaikannya..??? bukankah kita berharap dia bahagia…???
Saat ingat orang yang pernah kita cintai tapi semuanya telah berakhir..
Berilah senyum manis untuk semua kenangan yang telah terjadi.. karena dia telah membuat kita mengerti tentang kisah sejati..
Look, I can still smile without you!
Saat mengingat orang yang kita benci mulailah belajar untuk memaafkannya..
Kehadirannya telah member kesempatan pada kita untuk lebih bijak…
Saat ingat orang yang telah berkhianat kepada kita.. pikirkan dia secara positif. Jika bukan karena dia hari ini kita tak pernah memahami dunia dari dua sisi..
Saat ingat orang yang meninggalkan kita begitu saja berterimakasihlah karena karena dia pernah ada dalam hidup kita karena dia telah membuat kita peduli pada perasaan sesama..
Saat bertemu dengan orang yang salah paham dengan kita.. carilah kesempatan untuk menjelaskan,, siapa tau ini adalah perjumpaan terakhir dengannya…
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang bersedia menemani kita seumur hidup.. peliharalah cinta yang ada karena dia merupakan anugerah yang terindah dalam hidup kita..
Mari kita selidiki hati kita apakah kita sedang merasa repot untuk menyingkirkan “siput-siput” yang tidak nyaman dalam hidup kita ?
Renungkan kembali.. tak pernah segalah sesuatu terjadi pada kita begitu saja,, rencana Tuhan mengaturnya demi kebaikan kita…
Ketika kita berjumpa dengan seseorang mungkin itulah kesempatan untuk saling melengkapi…
Tidak selalu membahagiakan kadang-kadang bahkan tampak menyakitkan..
Saatnya untuk kita berjalan perlahan merenungkan arti keberadaannya dalam kehidupan kita..
Sahabatku ingatlah… setiap perkara yang terjadui dalam kehidupan kita Dia maha mengetahui dan itu adalah rencana-Nya…
Jika suatu saat kita jatuh dan terluka
Kehilangan dan ditinggalkan
Don’t give up
Yakinlah…
Dia tidak akan meninggalkan kita, Dia mengetahui apa yang terbai untuk kita…
Everything happens for a reason,, there is no coincidence..
Dan adakalanya Dia tidak memenhi keinginan kita, dan Dia memberikan apa yang kita butuhkan…


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

WAKTU TERUS BERJALAN MAJU


Selagi Dia yang berkuasa masih menghendaki bumi terus berotasi, dan tak satupun terbit matahari dan menunda gulita malam tiba.. maka 24 jam selalu tersedia untuk kita jalani sepanjang hari, 7 hari sepekan, 4 minggu sebulan, 12 bulan setahun, hingga hari ini! detik ini!. Maka marila hitung usia masing-masing, jangan mengukur jarak tempuh yang sudah terlampawi.
Apa saja yang sudah berhasil teraih ?
sudah dan belum terlaksana?
Sudah dan belum terkaji?
sudah dan belum tertetapkan?
sudah dan belum terkumpulkan?
Sudah dan belum tertemukan?
Apa saja yang sudah dan belum terjawab?
Dan apa yang ada dalam dirimu, sudakah engkau perhatikan (QS. Adz Zaariyaat:21)
THIS IS LIFE..
Inilah kehidupan yang sesungguhnya.
Kemarin telah menjadi sejarah,, esokpun masih menyimpan misteri…
Hari ini saatnya menatap,, Menatap dan Menata kehidupan..
Bebaskan belenggu yang menghalangi jiwa untuk berfikir merdeka.
Tegaklah berdiri tegakan bahu tetap lurus kedepan buka diri anda.
Seka air mata usap derita nestapa tepis ragu dan malu tumbuhkan harapan baru
THIS IS LIFE
Setiap diri harus mampu tegak berdiri bertopang pada kekuatan potensi, bersandar dan bergantung pada takdir ilahi, dan menjangkari emosi dengan terangnya “mimpi”.
THIE IS LIFE
Karena waktu yang berlalu tidak berulang, karena kesempatan kedua tidak selalu datang, karena masa depan ada dalam genggaman, karena itulah kehidupan harus terancang.
THISIS LIFE
Marilah temukan serpihan berserak dan menyusunnya kembali bersama keeping-keping sehingga segala impian dan harapan menjadi nyata adanya.
WAKE UP!
Bangunkan kembali keberanian, antusiasme, dan kepercayaan diri.
Kehidupan adalah proses saling pandang.
tiada keberhasilan abadi. Yang bertahan hingga puncak hanyalah insane pembelajar sejati.
WAKE UP!
Jadilah diri sendiri berjalan berhenti melihat orang lain selalu lebih hebat
Dewasalah karena menjadi tua adalah pasti, menjadi dewasa adalah pilihan
Kendorkan tarikan dan ikatan masa lalu  siagakan diri songsong hari esok.
Belajarlah.. hargai setiap detik yang berlalu, maknai setiap nafas yang terhirup, yakini setiap langkah yang terayun, jiwai setiap pilihan yang jatuh.
Melangkahlah… karena jutaan langkah bermula dari langkah pertama..
Majulah… raih kehidupan yang lebih baik..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

KURANGNYA IDOLOGI PANCASILA MENGAKIBATKAN RADIKALISME MASUK PELAJAR


Di tengah aksi terorisme yang masih terus terjadi terungkap fenomena yang mencengngkan, radkalisme mulai masuk di kalangan pelajar.
Fenomena ini terungkap dari penelitian yang digelar oleh Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP). Dalam survei tersebut, siswa SMP dan SMA ditanya bersediakah terlibat aksi kekerasan terkait dengan agama dan moral. Dan hasilnya, 48,9 persen siswa menjawab bersedia.
Saat ditanyakan apakah bisa dibenarkan aksi pengeboman seperti yang dilakukan oleh Imam Samudera, Amrozi dan Noordin M Top, sebanyak 14,2 sisiwa membenarkannya.
Survei juga menunjukkan 84,8 persen siswa setuju diberlakukannya syariat Islam. Sementara sebanyak 25, 8 persen siswa menganggap Pancasila tidak lagi relevan sebagai dasar negara.
Survei tersebut tidak dilakukan pada siswa madrasah, melainkan di 100 sekolah negeri dan swasta, 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri. Survei dilakukan selama Oktober 2010 hingga Januari 2011 di sepuluh wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodetabek). Sebanyak 993 siswa SMP dan siswa SMA menjadi sampel penelitian.
Selain siswa, survei juga dilakukan pada guru pendidikan agama Islam di SMP dan SMA. Hasilnya, sebanyak 28,2 persen dari 590 guru yang menjadi sampel responden setuju aksi radikal. Sebanyak 7,5 persen membenarkan pengeboman, 76,2 persen setuju pemberlakuan Syariat Islam, dan 21,1 persen menyatakan Pancasilan sudah tidak lagi relevan.
Menyikapi survei LaKIP, sejumlah kalangan tidak mempercayainya karena hasilnya terlalu mengejutkan. Menteri Agama Suryadharma Ali, misalnya, mempertanyakan metode survei tersebut. "Bagaimana penelitiannya, bagaimana metodologi penelitiannya?" tanya SDA, panggilan akrab Suryadharma.
Pengamat pendidikan Arif Rahman juga tidak mempercayai survei tersebut karena sangat berbeda dengan pengalamannya sehari-hari sebagai pendidik.
Meski sejumlah kalangan tidak mempercayai hasil survei tersebut, perlu kita ketahui radikalisme sangat dekat dengan terorisme. Radikalisme akan menjadi benih bagi munculnya terorisme. Maka jika kita serius memberantas terorisme, maka radikalisme harus diawasi dengan sungguh-sungguh dan disadari bahaya-bahayanya sedini mungkin.
Terlebih sekarang aksi terorisme terus terjadi dan beberapa pelakunya masih remaja dan beberapa masih sekolah. Kita tentu masih ingat Dani Dwi Permana. Anak baru gede (ABG) ini adalah bomber bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton.
Umur Dani masih 18 tahun ketika ia harus menjadi 'pengantin' pada bom yang menewaskan 9 orang pada 17 Juli 2009 itu. Saat itu Dani baru saja lulus dari sekolahnya, SMA Yadika, Bogor. Ia pun dikenal sebagai anak yang baik, taat beribadah, dan pintar baik di lingkungan tempat tinggal, maupun di sekolahnya.

Lalu pada Januari 2011 polisi menangkap lima siswa SMK yang diduga terlibat terorisme di Klaten, Jawa Tengah. Satu siswa, AW sudah divonis 2 tahun karena terbukti terlibat aksi terorisme.
Bila sekarang ada survei yang menyatakan hampir 50 persen pelajar Jakarta setuju pada aksi radikal atas nama agama tentu sebaiknya ini membuat kita waspada. Survei itu sebaiknya menjadi peringatan agar segera dilakukan pencegahan.
Menjadi peringatan agar pemerintah dan kita semua, lingkungan masyarakat dan sekolah, untuk instrospeksi dan melakukan penangkalan atas radikalisme pada pelajar agar jangan sampai tumbuh menjadi benih terorisme. Cukuplah hanya Dani dan tidak ada lagi anak-anak lain yang menjadi 'pengantin' karena diperdaya teroris.
Melemahnya kekuatan Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa terjadi kepada kelompok mahasiswa dan pelajar. Kaum muda yang diharapkan menjadi penerus kepemimpinan bangsa ternyata abai dengan Pancasila.
Pelajar semakin tidak hapal urutan dan sila-sila dalam Pancasila. Hal ini salah satu tanda penurunan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar masa kini.
"Selain tidak hapal isi sila Pancasila, mereka juga sering kali terbalik-balik urutannya," Pemahaman Pancasila di kalangan pelajar penting mengingat Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan salah satu falsafah yang mengikat persatuan bangsa. "Pancasila juga merupakan salah satu dari empat pilar wawasan kebangsaan, di samping pemahaman akan Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keragaman budaya".
Berkurangnya wawasan kebangsaan berdampak pada menipisnya rasa nasionalisme yang sudah mulai terlihat beberapa waktu terakhir. "Maraknya terorisme, radikalisme, pertikaian dan perkelahian antardesa, antar agama, merupakan salah satu tanda menipisnya rasa nasionalisme".
Semua ini karna melemahnya pemahaman Idiologi Pancasila dalam kalangan pelajar dan generasi muda. Pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah dengan sering merubah kurikulum dalam pembelajaran juga menjadi faktor utama minimnya pemahaman idiologi Pancasila terutama dalam bidang studi Pedidikan Kewarganegaraan, yang dulu kita kenal dengan bidang studi Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kemudia dirubah dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), namun sekarang telah dirubah lagi dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), yang secara tidak langsung meghapus Pancasila dalam sistim pembelajaran. Jadi jangan heran bila Idiologi Pancasila mulai hilang dari kalangan pelajar.

Siapakah yang harus bertanggung jawab atas semua ini...???

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Adil Tidak Selalu Bijaksana

Oleh : Amin.W.S.Tuhulele

Ada sebuah kisah tentang Raja Solaiman Ia dihadapkan dengan sebuah permasalahan yg dibuat dua orang wanita. Seorang bayi sedang diperebutkan dua orang ibu. Mereka masing-masing mengaku sebagai ibu kandung dari bayi tersebut. Hakim-hakim seluruh negri sudah menyerah dan kehilangan pegangan dalam memberikan keputusan. Maklumlah, saat itu belum ada teknologi yang dimana, sering kita kenal dengan tes DNA...

Raja bersungu t-sungut, tapi tetap saja ia berpikir. Sejenak kemudian, tiba-tiba raja menghunus pedangnya dan berkata, "Kalau begitu, mari kita bikin keputusan yang adil! Aku akan membelah bayi ini menjadi dua bagian yang sama, sehingga kalian masing-masing akan memperoleh separuhnya!!"

Ibu gadungan berteriak kegirangan, "Hidup Raja Solomo yang adil…!!" Sedangkan ibu kandung bayi itu langsung memucat wajahnya, lalu ia buru-buru bersimpuh di kaki sang raja dan memohon dengan pilu. "Ampun Tuanku baginda Raja, hamba ikhlaskan putra hamba diserahkan kepada ibu itu seluruhnya. Janganlah Tuanku memainkan pedang..."

Raja Solomo terharu dan tiba-tiba saja tertawa, dan ia berkata "Aku sudah mendapatkan keputusan." Kedua ibu itu terbengong-bengong dan harap-harap cemas. "Aku tetapkan, kaulah wanita mulia, ibu kandung bayi ini!" Raja Solomo lalu menyerahkan sang bayi kepada ibu yang berlutut di hadapannya. Legalah sang ibu kandung itu...

Kisah inilah yang antara lain membuat Raja Solomo disebut sebagai raja yang bijaksana. Dari kisah itu pula kita bisa mengambil hikmah bahasa yang unik : makna kata adil  sangat berbeda dengan makna kata bijaksana (apabila tidak dapat dikatakan bertolak belakang).

Kita bisa menguji kedua kata itu dengan contoh kasus yang lain. Kita memiliki kain selebar 10 m dan ingin membaginya menjadi dua bagian. Dikatakan adil jika masing-masing pihak mendapatkan kain selebar 5 m. Hanya saja, jika kedua orang itu berbeda fisiknya (katakanlah orang yang satu bertubuh gemuk sehingga kain 5 m tadi kurang untuk membuat sebuah baju untuknya, sedangkan orang yang satunya lagi bertubuh kurus sehingga kain tadi bersisa percuma) apakah tindakan membagi dua sama besar itu ADIL..?

Jelaslah bahwa keputusan yang adil tidak selalu bijaksana. Dalam hal pembagian kain diatas, biarlah kita tidak berbuat adil asalkan bijaksana. Seyogyanya kain tadi dibagi menjadi dua bagian dengan lebar 6 m untuk si gemuk dan 4 m untuk si kurus. Dengan begitu keduanya bisa memperoleh baju tanpa ada yang kekurangan kain dan tanpa ada pula kain yang terbuang percuma.

Begitupun untuk semua pemimpin yang ada dinegeri ini... Bersikaplah bijaksana, tempatkanlah sesuatu hal pada tempatnya, dan berikanlah segala sesuatu menurut kebutuhannya, tidak kekurangan dan tidak pula berlebihan. Sehingga dapat kita interpretasikan KEADILAN yang BIJAKSANA.
 


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SUMBER DAYA MANUSIA DALAM ORGANISASI

Oleh : Amin. W. S. Tuhulele


Pendapat dan kesannya mengenai persaingan masa depan, serta adanya kemampuan dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), kita menghadapi berbagai perubahan dan tantangan yang menyertai kemajuan jaman. SDM kita memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan dan disiapkan dalam menampaki masa depan. Yang justru menjadi tantangan yang terbesar adalah, bagaimana kita mempersiapkan aset intelektual. Dengan demikian, memberikan kontribusi optimal bagi pembentukan future exekutife yang dapat dikatagorikan sebagai superior performer.

Ungkapan willyam walace “every man dies, but…not every man really lives”. Bagi suatu organisasi, kalimat ini merupakan introspeksi sebelum memulai upaya mempersiapkan SDM yang dimiliki.

Organisasi membutuhkan kejelian untuk mengamati dan menganalisis anggotannya dengan demikian, dapat dideteksi beberapa dan sipa anggota yang benar-benar hidup, aktif berkarya dalam organisasi, dan dengan demikian juga menghidupkan organisasi. Selanjutnya, indentifikasi mengatur organisasi untuk mau secara terbuka mengenali alasan kematian anggota organisasi, dari berbagai aspek, dan membentuk dasar untuk menyusun pola pengembangan selanjutnya.

Dari analisa tersebut, organisasi dapat menentukan peta SDM yang dimiliki. Pada umumnya, para ahli menejmen membagi tingkat kehidupan atau kinerja SDM yang dimiliki, menjadi empat area, yaitu : Area kinerja kosong, area kinerja rendah, area kinerja standar, dan area kinerja puncak. Pengelompokan ini terutama bermanfaat untuk menentukan spesifikasi dari pola pengembangan SDM.

Mengembangkan SDM di area kinerja standar tentunya tidak sama dengan mengembangkan SDM yang menempati area kinerja rendah atau area kinerja kosong. Juga, upaya untuk mempertahankan kontribusi SDM di area kinerja puncak memerlukan kekhususan dan tekhnik yang spesifikasi yang bila dibandikan dengan pengelolaan di area lainnya. Selain itu, harus diperhatikan kepentingan dan harapan setiap anggotanya serta memahami perubahan karakter SDM sekarang dan proyeksi masa depan.

Yang dimaksud dengan area kinerja kosong adalah, area dimana anggotanya tidak memiliki kemauan untuk melakukan sesuatu, baik untuk diri sendiri maupun untuk organisasi. Sedikit “memiliki kehidupan” dalam organisasi adalah anggota dari area kinerja rendah, merupakan SDM yang mau melakukan sesuatu, tetapi lebih berfokus pada kepentingan dan kepuasan diri sendiri.tidak banyak yang dapat diharapkan dari anggota area ini apabila organisasi tidak melakukan tindakan pengambangan secara strategis. Area kinerja standar memiliki reputasi yang lebih baik, anggotanya memiliki kontribusi positif bagi organisasi dan memiliki motifasi mereka lebih banyak ditentukan oleh eksternal reinforce. Meskipun anggota area ini sudah benar-benar hidup dalam organisasi, kontribusi mereka yang sebenarnya dapat ditingkatkan apabila anggota organisasi mampu meraih jiwa mereka.

Area kinerja puncak merupakan area dimana anggotanya secara konstiten memiliki kinerja prima, memiliki komitmen penuh bagi pencapaian tujuan organisasi, dan merasa menjadi bagian dari organisasi. Pada ummnya anggota ini termotifasi secara intrinsip dan merupakan pekerja self stater. Anggota area ini ideal dan perlu dimiliuki untuk menghadapi masa depan. Beberapa karakterdari anggota area kinerja puncak adalah kemampuan untuk menerima tanggungjawab total, menyukai kebebasan dalam melaksanakan kewajiban, dan menyukai adanya montoring dan coaching dari atasan.

Kunci dari upaya penciptaan SDM yang memiliki kinerja puncak adalah pembentukan self responcibility ini mengarah pada pembentukan kepemilikian tanggungjawab yang tumbuh dari dalam, didukung oleh pola pemikiran yang efektif dan didasari oleh kompetensi, analisis dan kebijakan yang matang.

Beberapa metode dapat dimanfaatkan untuk menumbuhkan self responsibility, baik melalui metode pengembangan individu maupun kelompok. akan tetapi, bahwa cara yang paling efektif untuk menumbuhkan self responsibility dalam organisasi adalah, dengan mulai dari diri sendiri dan menjadi role model positif bagi rekan sekerja setiap pemimpin kelompok, baik formal maupun informal, memainkan peran penting dalam upaya menumbuhkan perasaan, bahwa mereka berharga dan diperlukan oleh organisasi. Pemimpin yang menumbuhkan rasa percaya diri anak buah, bahwa mereka adalah superior performer, dan organisasi perduli terhadap harapan mereka.

Perlu diingat, bahwa menumbuhkan tapi dibiarkan layu sebelum berkembang, tidak ada artinya. Upaya membentuk kekuatan masa depan, melalui sumber daya manusia dengan cara menciptakan performer primer saja tidak cukup. Lebih lanjut diperlukan kemampuan organisasi retaining dan retaining, melalui kegiatan-kegiatan mentoring, counseling, coaching, dan self coaching.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS